Wednesday, 26 December 2012

Tusukan Belati

Setiap rembulan, hanya mengapungkan rasa ngeri

Dihampiri lembaga tak kelihatan
Bersenjatakan belati halimunan
Yang tajamnya menusuk jiwa
Menikam-nikam jantung cinta
Mengalirkan ketulan jernih mata

Lalu mematikan rasa bahagia.

Mati?

"Belum.
Semuanya belum berakhir
Dan semuanya tidak akan berakhir
Aku cuba jadikan belati kecil yang menikam ini
sebagai makanan ruji." Suara ghaib membisik ditelinga

Dan malam-malam yang lain
Diulang seperti malam-malam yang semalam
Berhadap dengan penuh rasa tenang
Menahan dengan penuh rasa dendam

Setiap malam
Aku hidup dalam keadaan mati
Mati tertanam dengan tusukan belati.

No comments:

Post a Comment